GEREJA MARIA KUSUMA KARMEL

 

GEMA Paroki MERUYA - Gereja Maria Kusuma Karmel

Buletin GEMA Maria Kusuma Karmel - Renungan

GEMA Maria Kusuma Karmel, 1/31/2010

Artikel GEMA | Pengumuman GEMA | Jadwal PPE | Pengumuman Pernikahan |


HARI MINGGU BIASA IV




 

Antifon Pembukaan

Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus dan bermegah-megah dalam puji-pujian kepada-Mu.

 

SERUAN TOBAT / TUHAN, KASIHANILAH KAMI

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa : Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau memanggil kami untuk percaya kepada-Mu sepenuhnya. Tetapi setiap kali ternyata kami menjauhkan diri daripada-Mu. Patahkanlah ketegaran  hati kami, dan semangatilah kami dengan kehadiran-Mu, sehingga kami selalu mengarah kepada-Mu dan melaksanakan sabda-Mu yang merupakan undangan bagi semua orang untuk memasuki kerajaan-Mu. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

 

BACAAN PERTAMA

Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

Pembacaan dari Kitab Yeremia (Yer 1:4-5.17-19)

Pada masa Raja Yosia turunlah firman Tuhan kepadaku, Yeremia, sebagai berikut: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau. Dan sebelum engkau dilahirkan, Aku telah menguduskan engkau; Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Maka, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka, segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menantang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau. Sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.”

MAZMUR TANGGAPAN Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab-17 Ul: lh 15ab, do=f, 2/4 PS No. 829

Reff: Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya.

Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung,

Jangan sekali-kali aku mendapat malu.

Lepaskanlah dan luptukanlah aku oleh karena keadilan-Mu,

Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku.

Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri.

Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku,

Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.

Dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,

Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.

Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan,

Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.

Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu,

Dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari pada-Mu.

Ya Allah Engkau telah mengajar aku sejak kecilku,

Dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

BACAAN KEDUA

Sekarang tinggal iman, harapan, dan kasih, namun yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1Kor 12:31-13:31)

Saudara-saudara, berusahalah memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku seperti gong yang bergaung atau canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia serta memiliki seluruh pengetahuan; sekalipun aku memiliki iman sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, murah hati dan tidak cemburu. Kasih titu tidak memegahkan diri, tidak sombong dan tidak bertindak kurang sopan. Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita atas kelaliman, tetapi atas kebenaran. Kasih menutup segala sesautu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih itu tidak berkesudahan. Nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, dan pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap, dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, hilanglah yang tidak sempurna itu. Ketika masih kanak-kanak, aku berbicara seperti kanak-kanak, merasa seperti kanak-kanak, dan berpikir seperti kanak-kanak pula. Tetapi sekarang setelah dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Sekarang kita melihat gambaran samar-samar seperti dalam cermin, tetapi nanti dari muka ke muka. Sekarang aku mengenal secara tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, sebagaimana aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini: iman, harapan, dan kasih; dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

ALLELUYA, do=g, 4/4, PS No. 963

Reff : Alleluya, alleluya, alleluya.

Ayat:

Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina,

Dan mewartakan pembebasan kepada orang tawanan.

 

BACAAN INJIL

Seperti halnya Elia dan Elisa, Yesus diutus bukan hanya kepada orang-orang Yahudi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (Luk 4:21-30)

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak di rumah ibadat di kota asalnya katanya, “Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci pada waktu kamu mendengarnya.” Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkankan-Nya. Lalu mereka berkata, “Bukankah Dia ini anak Yusuf?” Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri! Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!” Yesus berkata lagi, “ Aku berkata kepadamu: Sungguh, tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak wanit janda di Israel, ketika langit tertutup selama tiga tahun enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi ketika Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka ditahirkan, selain Naaman, orang Siria itu.” Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu. Mereka bangkit, lalu menghalau Yesus ke luar kota, dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak, untuk meleparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka lalu pergi.

HOMILI

AKU PERCAYA

DOA UMAT

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami yang maha pengasih, himpunlah kami berkat roti dan anggur persembahan ini, dan jadikanlah kami Gereja-Mu, tubuh Yesus, Putra-Mu terkasih serta pembimbing kehidupan kami. Dialah…..

Amin. 

DOA DAMAI

Kristuslah cinta kasih Alla yang menjelma dan nyata bagi kita. Dialah yang mendamaikan Allah dengan manusia. Maka marilah kita mohon damai kepada-Nya: Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.

Amin.

 

ANTIFON KOMUNI

Hendaklah wajah-Mu berseri bagi hamba-Mu dan selamatkanlah aku demi belas kasih-Mu. Tuhan, aku takkan dipermalukan, sebab kepada-Mulah aku berseru.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa di surga, kami bersyukur, karena Engkau berkenan menghimpun semua orang dari segala bangsa di rumah-Mu. Singkirkanlah kiranya dari tengah kami segala sesuatu yang dapat memisahkan kami satu sama lain lain dan semoga berkat kebaikan dan keadilan-Mu dunia ini menjadi tempat tinggal yang lebih layak demi Dia, batu sendi yang mempersatukan kami. Dengan pengantaraan, Tuhan kami.

Amin.

(GEMA)

© 2010 Gereja Maria Kusuma Karmel Paroki Meruya.