GEREJA MARIA KUSUMA KARMEL

 

GEMA Paroki MERUYA - Gereja Maria Kusuma Karmel

Buletin GEMA Maria Kusuma Karmel - Renungan

GEMA Maria Kusuma Karmel, 2/7/2010

Artikel GEMA | Pengumuman GEMA | Jadwal PPE | Pengumuman Pernikahan |


PESTA YESUS DIPERSEMBAHKAN DI KENISAH




PEMBERKATAN LILIN DAN PERARAKAN

ANTIFON PEMBUKA

  • Lihatlah Tuhan kita datang berseri mulia menerangi mata para abdi-Nya. Alleluia.

PEMBUKA

DOA PEMBERKATAN LILIN

  • Marilah berdoa : Allah, asal mula dan sumber sinar terang sejati, hari ini Kautunjukkan cahaya para bangsa kepada Simeon yang tulus hati. Hari ini kami berkumpul dalam sinar cahaya lilin untuk memuji nama-Mu. Maka kami mohon: berkatilahkiranya lilin kami, kabulkanlah permohonan umat-Mu dan bimbinglah kami menempuh jalan kebenaran sampai masuk ke dalam terang-Mu yang abadi. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

KIDUNG PERARAKAN

Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Sekarang Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang dalam damai sejahtera menurut sabda-Mu.

Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi uamt-Mu Israel.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu, ya Tuhan.

Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Yang Kausediakan di hadapan para bangsa.

Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

 MISA

ANTIFON PEMBUKA

  • Kami mengingat ya Allah, kasih setia-Mu, di dalam bait-Mu. Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa : Allah Bapa yang kekal dan kuasa, pada hari ini Putra-Mu yang tunggal menghadap Engkau dan dipersembahkan kepada-Mu sebagai manusia seperti kami. Kami mohon kepada-Mu, jemputlah kami, curahilah kami rahmat-Mu dan hapuskanlah dosa kami, agar kelah kami pantas menghadap dan memandang Dikau dalam terang abadi. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.

SERUAN TOBAT / TUHAN, KASIHANILAH KAMI

KEMULIAAN

BACAAN PERTAMA

Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya.

Pembacaan dari Nubuat Maleakhi (Mal 3:1-4)

Beginilah firman Tuhan semesta alam, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Tuhan yang kamu cari itu dengan mendadak akan masuk ke bait-Nya. Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu sesungguhnya, Ia datang. Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

 

MAZMUR TANGGAPAN Mzm 24:7.8.9.10; Ul:10b, do=f, ¾, PS No. 803

Reff:  Gapuramu lapangkanlah, menyambut Raja mulia.

 

Mazmur:

Angkatlah kepalamu,

Hai pintu-pintu gerbang,

Dan bukalah dirimu lebar-lebat, hai pintu-pintu abadi,

Supaya masuklah Raja Kemuliaan.

Siapakah itu Raja Kemuliaan?

Tuhan yang jaya dan perkasa.

Tuhan yang jaya dan perkasa.

Tuhan yang perkasa dalam peperangan.

Angkatlah kepalamu,

Hai pintu-pintu gerbang,

Dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi,

Supaya masuklah Raja, Kemuliaan!

Siapakah itu Raja Kemuliaan?

Dialah Tuhan semesta alam!

Tuhan semesta alam,

Dialah Raja Kemuliaan.

 

BACAAN KEDUA

Dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya.

Pembacaan dari Surat kepada orang Ibrani (Ibr 2:14-18)

Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian, Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham. Itulah sebabnya dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Agung yang menaruh belas kasihan,  yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

 

ALLELUYA, do=es, 4/4, PS No. 955

Reff :  Alleluya, alleluya, alleluya.

Ayat:

Dialah terang untuk menerangipara bangsa, dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

BACAAN INJIL

Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (Luk 2:22-40)

Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Anak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Waktu itu adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel; Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika Anak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya, untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka, dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel, dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Ada juga di situ seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada saat Anak Yesus dipersembahkan di Bait Allah Hana pun datang ke Bait Allah, dan bersyukur kepada Allah serta berbicara tentang Anak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf serta Anak Yesus ke kota kediamanya, yaitu Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Terpujilah Kristus.

HOMILI

AKU PERCAYA

DOA UMAT

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami, sumber sukacita, terimalah kiranya persembahan Gereja-Mu, sebagaimana Engkau menerima kurban Putra-Mu yang tunggal, yang sebagai Anak Domba Allah telah mengurbankan diri demi kehidupan dunia. Sebab Dialah Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOA DAMAI

Ketika Yesus lahit, para malaikat mewartakan damai di bumi. Maka marilah kita mohon damai kepada-Nya: Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.

ANTIFON KOMUNI

Mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahasempurna, sempurnakanlah di dalam diri kami rahmat-Mu berktat santapan suci yang kami sambut. Sebagaimana Engkau memenuhi keinginan Simeon, yang tidak meninggal dunia sebelum melihat wajah Kristus, semoga kami pun kelak Kauperkenankan menyongsong Dia dan menerima kehidupan kekal. Sebab Dialah …...

(GEMA)

© 2010 Gereja Maria Kusuma Karmel Paroki Meruya.